Project Management
Thursday, August 20, 2026
.:: Project Control x HR Digital Insight #02 ::.
Ketika berbicara tentang manpower proyek, pertanyaan yang sering muncul:
"Berapa jumlah manpower hari ini?"
Tetapi menurut saya, pertanyaan yang lebih penting adalah:
"Apakah manpower yang tersedia sudah siap mendukung kebutuhan proyek?"
Karena manpower bukan hanya angka.
Setiap orang memiliki lifecycle:
Mulai dari:
➡️ Persiapan
➡️ Mobilisasi
➡️ Bekerja di site
➡️ Rotasi
➡️ Demobilisasi
Dalam proyek besar, terutama remote area, setiap tahapan memiliki tantangan masing-masing.
1. Pre-Mobilization
Sebelum seseorang datang ke site, banyak hal harus dipastikan:
✅ Data personal lengkap
✅ MCU valid
✅ Sertifikat sesuai requirement
✅ Training terpenuhi
✅ Approval mobilisasi tersedia
Kesalahan kecil pada tahap ini dapat menyebabkan:
- Delay keberangkatan
- Tidak bisa masuk site
- Gangguan manpower plan
2. Mobilization & Onsite Monitoring
Ketika manpower sudah berada di proyek, tantangan berubah:
Bagaimana mengetahui:
- Siapa yang sedang aktif?
- Siapa yang cuti?
- Siapa yang rotasi?
- Berapa kapasitas camp?
- Apakah transportasi tersedia?
3. Demobilization
Sering dianggap tahap terakhir.
Padahal proses ini juga membutuhkan kontrol:
✅ Clearance
✅ Asset return
✅ Document closing
✅ Final record
Banyak perusahaan fokus mengontrol manpower ketika sudah berada di site.
Padahal risiko terbesar sering terjadi sebelum manpower datang.
Manpower yang terlambat bukan hanya masalah HR.
Dampaknya bisa menjadi:
📉 Schedule impact
📉 Productivity loss
📉 Additional cost
Karena itu, HR dan Project Control harus melihat manpower sebagai:
Project Critical Resource bukan hanya administrasi.
Pada Part #03 saya akan membahas:
"Jangan Mulai Membuat Aplikasi Dari Fitur, Mulailah Dari Masalah Bisnis"
Kenapa banyak sistem gagal bukan karena teknologinya kurang bagus, tetapi karena solusi tidak menjawab kebutuhan proses.
#ProjectControl #HRManagement #WorkforceManagement #OilAndGas #EPC #ProjectManagement #HumanCapital #OperationalExcellence

